Obati Saluran Kencing Dengan Kumis Kucing

Obati Saluran Kencing Dengan Kumis Kucing

tumbuhanliarberkhasiat.web.id Siapa yang sangka Infeksi Saluran Kencing bisa terobat dengan tanaman kumis kucing.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Obati Saluran Kencing Dengan Kumis Kucing. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Obati Saluran Kencing Dengan Kumis Kucing.

Manfaat kumis kucing untuk mengobati infeksi saluran kencing
Kumis kucing pada umumnya dijadikan obat herbal untuk melawan infeksi bakteri, seperti pada luka di kulit atau gusi yang bengkak. Berkat sifat antijamur dan antiradangnya juga, masih ada banyak lagi manfaat kumis kucing lainnya, mulai dari mengobati rematik dan asam urat, penyakit ginjal (terutama batu ginjal), sebagai obat alergi, hingga menghentikan kejang.Namun, manfaat kumis kucing yang utama dan sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian medis adalah sebagai obat infeksi saluran kencing berkat efek diuretiknya.

Manfaat kumis kucing ini pernah dilaporkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Ethnoparmhacology yang melakukan pengujian pada beberapa tikus lab. Tikus-tikus ini diberikan minum air yang telah ditambahkan ekstrak kumis kucing.Hasilnya diketahui bahwa di dalam tubuh, ekstrak kumis kucing bekerja memicu peningkatan produksi urin yang membuat Anda jadi lebih sering buang air kecil. Secara tidak langsung, bolak-balik buang air kecil dapat membantu membilas bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih. Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan bakteri untuk bisa menempel pada sel-sel di dinding saluran kemih, yang dapat menimbulkan infeksi.

Baca Juga : Manfaat Daun Mimba Yang Serba Guna

Hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi kumis kucing
Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menentukan dosis obat herbal kumis kucing yang aman, beserta kemungkinan risikonya.Penelitian di atas menemukan bahwa ekstrak kumis kucing juga sedikit meningkatkan serum BUN dan kadar glukosa darah. Meski peningkatan kadar urea darah dan glukosa darah dalam tingkat wajar masih dibilang aman, ini bisa menjadi acuan bahwa Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat herbal tersebut.Pasalnya, peningkatan kadar urea darah yang terlalu tinggi justru dapat menandakan gangguan pada saluran kemih atau bahkan kerusakan ginjal. Peningkatan kadar gula darah sendiri pun telah terkait dengan risiko berbagai macam gangguan kesehatan dalam jangka panjang.Ingat: Sebelum menggunakan obat-obatan herbal atau suplemen sebagai obat infeksi saluran kencing, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk mencari tahu dosis yang aman untuk Anda. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pemakaian yang yang tertera pada label produk sebelum menggunakannya.

Manfaat Daun Mimba Yang Serba Guna

Manfaat Daun Mimba Yang Serba Guna

tumbuhanliarberkhasiat.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manfaat Daun Mimba Yang Serba Guna joker388. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manfaat Daun Mimba Yang Serba Guna

Sekilas tentang tanaman mimba
Tanaman mimba yang memiliki nama asli Azadirachta indica adalah tanaman yang banyak ditemukan di negara tropis seperti India, Pakistan, dan Indonesia.Tanaman ini dapat ditemui hampir di semua daerah. Hampir semua bagian dari pohon mimba mempunyai khasiat obat. Seringnya bagian dari tanaman mimba dijadikan ekstrak, minyak, atau direbus untuk diminum airnya.

Bagian-bagian pohon mimba dan segudang fungsinya
Daun dari mimba digunakan untuk penyakit kusta, kelainan mata, mimisan, cacingan, sakit perut, kehilangan nafsu makan, gejala maag, penyakit jantung, penyakit jantung, demam, penyakit gusi, dan juga penyakit hati.

Sari dari kulit kayunya digunakan untuk membantu pengobatan malaria, penyakit kulit, nyeri, dan demam. Kulit batang pohon mimba pada waktu tertentu setiap tahunya menghasilkan cairan dalam jumlah besar. Cairan inilah yang diminum sebagai obat penyakit lambung di India.Bunga dari pohon ini juga bisa digunakan untuk membantu pengobatan wasir (ambeien), cacingan, gangguan saluran kencing, dahak, luka, dan kusta.Ranting pohon mimba digunakan untuk membantu mengobati batuk dan asma. Biji dan minyak biji dari pohon ini digunakan untuk membantu penyembuhan kusta dan cacingan. Batang, akar, dan buah dari pohon ini bisa digunakan sebagai face tonic.

Apa saja fungsi daun mimba bagi tubuh?
1. Antioksidan
Antioksidan membantu melindungi semua sel Anda dari efek radikal bebas. Daun mimba mengandung banyak flavonoid seperti quercetin, katekin, karoten, asam askorbat. Semua komponen tersebut merupakan sumber antioksidan. Tidak heran jika tanaman mimba juga sering dijadikan obat kulit. Apalagi bagian daun mimba memiliki sifat antioksidan yang sangat tinggi.Senyawa-senyawa tersebut yang membantu mengurangi terjadinya kerusakan sel kulit mati. Bahkan, antioksidan pada tanaman mimba juga menjadi antiseptik sehingga dapat membantu mengatasi jerawat dan kemerahan di kulit wajah.

Baca Juga :

2. Antikanker
Daun mimba dapat digunakan sebagai obat pencegah terjadinya kanker. Pemberian ekstrak dari daun mimba secara efektif mampu menekan sifat karsinogen di dalam tubuh.Ekstrak dari daun mimba diduga berpotensi memiliki khasiat antikanker, yaitu membantu mencegah atau memperlambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.Sebuah penelitian tahun 2012 dalam Archives of Gynecology and Obstetrics menemukan bahwa penderita kanker serviks yang dirawat dengan pengobatan medis dan ekstrak mimba dapat mencegah peningkatan keparahan sel kanker sehingga dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks. Sementara itu, penelitian lain melaporkan bahwa ekstrak mimba memiliki efek antikanker pada pertumbuhan sel kanker prostat.

3. Antimikroba
Daun mimba memiliki khasiat antimikroba yang berpotensi membantu mencegah atau memperlambat pertumbuhan mikroba jahat (bibit penyakit). Penelitian dalam Dental Journal tahun 2011 menunjukkan bahwa minyak mimba yang terbuat dari biji pohon mimba dapat menurunkan pertumbuhan mikroorganisme pada rongga mulut.Daun mimba juga mengandung senyawa bioaktif yang disebut dengan alkaloid, steroid, dan flavonoid, dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella dan E. Coli.

Licorice Dan Manfaatnya

Licorice Dan Manfaatnya

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Licorice Dan Manfaatnya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Licorice Dan Manfaatnya

Apa itu licorice?
Licorice adalah tanaman herbal yang akarnya dikenal sebagai akar manis. Selain dijadikan obat, akar manis ini dari zaman dahulu sering digunakan sebagai pemanis dalam permen atau minuman manis. Licorice tersedia dalam berbagai bentuk zat, baik yang mengandung asam glycyrrhizin atau sebagai deglycyrrhizinated licorice (DGL).Selain dikenal dengan akar manis, licorice adalah bahan alami yang juga mengandung banyak manfaat. Apa saja saja manfaat licorice yang berguna bagi kesehatan?

1. Mengobati sakit perut
Akar licorice adalah tanaman yang umumnya digunakan untuk mengatasi sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Dalam kasus keracunan makanan, sakit maag, dan nyeri ulu hati, ekstrak akar tanaman obat ini dapat membantu mempercepat perbaikan lapisan lambung. Licorice juga dapat membantu mengembalikan keseimbangan asam di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh sifat anti-inflamasi dan kekebalan tubuh yang berasal dari asam glycyrrhizic dalam tanaman ini.Selain itu, sebuah studi menemukan fakta bahwa asam glycyrrhizic dapat mencegah tumbuhnya bakteri beracun H. pylori di usus dalam jumlah banyak. Ada juga penelitian yang menunjukkan orang-orang yang memiliki penyakit ulkus peptikum, nyeri ulu hati, atau gastritis telah memperbaiki gejala ketika menggunakan DGL.DGL adalah salah satu bentuk licorice yang lebih aman dan dapat dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Meredakan stres
Ketika mengalami stres, kelenjar adrenal akan berusaha untuk memproduksi hormon adrenalin dan kortisol (hormon stres) secara konstan. Akibatnya, kedua hormon itu akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh. Dikutip dari Healthline, akar licorice yang diekstrak dapat menekan tubuh agar tidak mengeluarkan hormon adrenalin terus-menerus.Di samping itu, ekstrak akar manis ini juga dapat membantu mengendalikan kadar hormon kortisol dalam tubuh sehingga jumlahnya tidak berlebih. Dengan begitu gejala stres yang Anda rasakan bisa mereda.

3. Kemungkinan bisa membantu mengatasi kanker
American Cancer Society kini sedang meneliti manfaat licorice terhadap pengobatan kanker payudara dan kanker prostat. Meski demikian, beberapa pengobatan China telah lama menggunakan akar ini untuk penyakit kanker. Sekalipun telah digunakan sejak lama untuk pengobatan kanker, merupakan sebuah langkah bijak apabila Anda tetap berkonsultasi ke dokter mengenai penggunaan akar manis ini atau pengobatan apa pun lainnya.

Baca Juga : Dandelion Si Cantik Dan Bermanfaat

4. Mengobati masalah kulit dan gigi
Obat salep topikal yang mengandung licorice banyak direkomendasikan untuk mengobati penyakit kulit eksim. Tanaman yang akarnya bermanfaat ini, dapat dijadikan bahan untuk obat kulit karena kandungan sifat antibakterinya.Selain itu, karena sifatnya, banyak pula ahli herbal yang menggunakan ekstrak tanaman ini untuk mengatasi masalah gigi rusak atau bolong karena bakteri.

5. Meningkatkan kekebalan imun
Licorice mengandung triterpenoid, yaitu zat antiviral yang bagus untuk mendukung sistem imun tubuh. Menurut sebuah studi yang diterbitkan Food Chemistry, akar tanaman herbal ini juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan menambah daya tahan tubuh agar tidak gampang sakit. Beberapa pengobatan juga menggunakan akar tanaman ini untuk penyakit, seperti hepatitis C, HIV, dan influenza.

6. Batuk dan sakit tenggorokan
Akar licorice bermanfaat untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk berdahak. Tanaman ini dapat membantu melegakan tenggorokan dan mengeluarkan dahak yang membuat Anda terus-terusan batuk.Tanaman ini juga diketahui mengandung zat anti-inflamasi. Zat tersebut berfungsi menenangkan peradangan sehingga sakit tenggorokan yang Anda rasakan jadi mereda. Gunakan ekstrak akar tanaman herbal ini dengan cara dijadikan sirup atau teh.

Dandelion Si Cantik Dan Bermanfaat

Dandelion Si Cantik Dan Bermanfaat

tumbuhanliarberkhasiat.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Dandelion Si Cantik Dan Bermanfaat. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Dandelion Si Cantik Dan Bermanfaat

Berbagai manfaat dandelion yang mungkin belum Anda tahu
Berbagai bagian dari tanaman dandelion, meliputi akar, bunga, daun, maupun batangnya, dapat diolah menjadi obat herbal yang baik untuk menunjang maupun menjaga kesehatan tubuh. Tidak percaya? Simak serangkaian manfaat dandelion berikut ini:

1. Mengatur gula darah
Dandelion mengandung 2 senyawa bioaktif, yakni asam chicoric dan chlorogenic di seluruh bagian tanamannya, yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Biochemical and Biophysical Research Communications.Menurut hasil penelitian, kedua senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan sekresi insulin pada pankreas sekaligus melancarkan proses penyerapan glukosa dalam darah hewan coba. Ditambah lagi, penelitian dari Journal of the Society for Biomedical Diabetes Research di tahun 2016, menelusuri sifat antihyperglycemic, antioksidan, dan antiradang pada dandelion yang diduga dapat membantu mengobati penyakit diabetes tipe 2.Namun tentu saja, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk benar-benar membuktikan keampuhan manfaat dandelion ini pada tubuh manusia.

2. Sumber antioksidan
Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, antioksidan bertugas untuk menangkal radikal bebas yang menjadi penyebab penyakit kronis. Demi memperbanyak jumlah sekaligus menunjang kerja antioksidan yang sudah ada di dalam tubuh, dandelion menyumbang banyak antioksidan berupa beta karoten guna melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.Selain itu, dandelion juga dilengkapi oleh antioksidan bernama polifenol yang banyak terdapat pada bunga, akar, daun, serta batangnya.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Dandelion dipercaya memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang dapat memperbaiki kemampuan tubuh dalam melawan serangan infeksi. Ya, beberapa penelitian pun turut menemukan bahwa ekstrak tanaman dandelion memang mampu mengurangi kemampuan virus untuk bereplikasi, alias memperbanyak jumlah dirinya.Meski begitu, sejauh ini masih diperlukan penelitian yang lebih dalam untuk menarik kesimpulan pasti mengenai manfaat dandelion atau si bunga berwarna kuning cerah ini. Khususnya untuk melawan infeksi virus dan bakteri pada tubuh manusia.

Baca Juga : Tanaman Obat Yang Bisa Dibudidayakan Di Rumah

4. Meredakan peradangan
Berbagai senyawa bioaktif, salah satunya polifenol, yang terkandung di dalam dandelion dapat membantu mengurangi peradangan akibat penyakit di dalam tubuh. Para peneliti memang baru melakukan pengujian yang terbatas pada hewan coba saja, tapi terlihat perkembangan positif pada respon peradangan tubuh yang diobati dengan tanaman dandelion.Supaya hasil yang ditemukan lebih optimal, masih diperlukan banyak penelitian untuk mencari tahu bagaimana perkembangannya pada tubuh manusia.

5. Sebagai bahan dasar perawatan kulit
Manfaat dandelion tidak hanya sebatas untuk menunjang kesehatan tubuh saja. Dandelion juga dapat digunakan untuk menjaga kecantikan kulit, misalnya melindungi dari paparan sinar matahari, penuaan kulit, hingga jerawat.Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Oxidative Medicine and Cellular Longevity, menemukan bahwa dandelion dapat mengurangi kerusakan sel-sel sulit yang diakibatkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV). Terlebih ketika ekstrak daun dan bunga dandelion tersebut digunakan pada kulit tepat sebelum atau segera setelah terkena sinar matahari.Sementara itu, ekstrak dari akar dandelion diyakini mampu mempercepat regenerasi sel-sel kulit baru sekaligus menghambat proses penuaan. Bukan itu saja, ekstrak tanaman dandelion tak kalah bermanfaat untuk meredakan peradangan pada kulit, iritasi kulit, meningkatkan hidrasi, dan memperbanyak produksi kolagen.

Tanaman Obat Yang Bisa Dibudidayakan Di Rumah

Tanaman Obat Yang Bisa Dibudidayakan Di Rumah

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tanaman Obat Yang Bisa Dibudidayakan Di Rumah. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tanaman Obat Yang Bisa Dibudidayakan Di Rumah

Apa itu tanaman obat?
Tanaman ini mengandung senyawa aktif atau bahan alami tertentu yang disinyalir baik untuk menunjang kesehatan tubuh. Setiap jenis tanaman mungkin memiliki “komposisi” senyawa yang berbeda satu sama lain, sehingga manfaatnya juga mungkin bervariasi antar satu tanaman obat dengan yang lain.Umumnya setiap bagian dari tumbuhan obat bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan khasiatnya. Mulai dari daun, batang, buah, kulit, biji, akar, hingga umbi atau rimpangnya yang kemudian dikonsumsi dalam berbagai bentuk seperti dimakan mentah-mentah, untuk bumbu dapur, obat oles, hingga diracik menjadi jamu minum.

Tanaman obat yang bisa Anda tanam sendiri di rumah
Indonesia kaya akan sumber tanaman obat yang bisa dibudidayakan sendiri di rumah, baik pada sebidang tanah di halaman rumah atau di pot-pot kecil, untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan.Menurut Info Komoditi Tanaman Obat yang diterbitkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) dari Kementerian Perdagangan, tanaman biofarmaka di Indonesia mencakup 15 jenis tanaman utama. Tanaman-tanaman ini meliputi jahe, laos (lengkuas), kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temuireng, temukunci, dlingo atau dringo, kapulaga, mengkudu (pace), mahkota dewa, kejibeling, sambiloto, dan lidah buaya.

1. Jahe
Jahe adalah salah satu jenis tanaman obat yang populer digunakan sebagai bahan pembuat jamu dan obat tradisional.Jahe mengandung senyawa aktif kuat bernama gingerol yang mampu mengatasi banyak masalah pencernaan seperti sakit perut dan mual-muntah, pusing karena vertigo, hingga mengurangi sakit akibat nyeri haid serta nyeri sendi seperti osteoarthritis dan rematik. Gingerol juga dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Selain itu, jahe dapat membantu menurunkan berat badan.

Jika ingin menggunakan jahe sebagai obat herbal, pilihlah yang segar. Senyawa gingerol paling banyak dan paling kuat ditemukan dalam jahe segar ketimbang jahe bubuk. Bubuk jahe di pasaran juga biasanya sudah diolah dengan banyak gula tambahan. Simpan jahe dalam wadah tertutup rapat, simpan di tempat kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.Peringatan: jahe umumnya aman, tapi tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Jahe dapat menyebabkan sakit perut, kembung, mulas, hingga diare jika kebanyakan. Anda tak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari.

2. Kunyit
Kunyit mengandung zat kurkumin yang memberikan warna oranye khasnya. Kurkumin jugalah yang memberikan khasiat obat dari kunyit untuk membantu menjaga kesehatan serta mencegah penyakit.

Berkat senyawa kurminnya, simpang oranye ini sudah sejak dulu digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia untuk meringankan gejala gangguan pencernaan, gejala penyakit kulit, mengatasi penyakit hati, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, hingga mencegah kanker usus besar. Berdasarkan penelitian, kurkumin juga berfungsi melindungi kesehatan fungsi saraf.Peringatan: sama halnya dengan jahe, kunyit juga tidak boleh kebanyakan dikonsumsi. Dikutip dari Healthline, beberapa penelitian mengatakan konsumsi kunyit berlebihan memicu kenaikan asam lambung berlebih. Asupan kunyit yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah perdarahan. Anda mungkin jadi lebih gampang memar atau luka lama sembuhnya.Maka dari itu, orang yang punya masalah lambung seperti maag dan yang sedang rutin menggunakan obat pengencer darah warfarin tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi kunyit.

Baca Juga : Tanaman Pembawa Keberuntungan

3. Kencur
Kencur yang punya nama latin Kaempferia galanga ternyata masih satu keluarga dengan jahe. Tidak heran apabila masih banyak yang salah membedakan antara kencur dengan jahe.Kencur sudah dikenal lama sebagai obat batuk berdahak, obat diare, obat deman, dan obat sakit gigi. Kencur juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nafsu makan dan mengobati cedera otot setelah olahraga.Manfaat kencur tidak berhenti sampai di situ. Sebuah penelitian dari Bangladesh menunjukkan bahwa ekstrak kencur mengandung sifat antidepresan yang bermanfaat untuk mengurangi stres dan kecemasan.

4. Kumis kucing
Kumis kucing adalah tanaman obat yang cukup terkenal dalam meringankan beberapa masalah kesehatan, seperti luka di kulit dan gusi bengkak. Selain itu, zat antiradang dalam kumis kucing dapat membantu mengendalikan gejala alergi, rematik dan asam urat, penyakit ginjal, hingga menghentikan kejang.Sebuah penelitian pada tikus lab yang diterbitkan jurnal Ethnoparmhacology melaporkan bahwa daun kumis kucing juga bersifat diuretik yang memicu peningkatan produksi urine. Secara tidak langsung, bolak-balik buang air kecil dapat membantu mengeluarkan bakteri yang ada di dalam kandung kemih. Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan risiko infeksi saluran kencing.

5. Daun sirih
Daun sirih sejak zaman leluhur digunakan sebagai tanaman obat untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Nenek moyang kita sejak dulu terbiasa mengunyah sirih untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.Nyatanya, tradisi menyirih ini memang terbukti bermanfaat oleh sejumlah penelitian medis modern. Mengunyah sirih telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut, sehingga bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi.Selain itu, antioksidan tannin dalam sirih mempercepat respon tubuh untuk membekukan darah dan menyembuhkan luka. Itu kenapa sirih sering digunakan untuk menghentikan mimisan dan mengobati luka bakar.