Beberapa-Manfaat-Buah-Kedondong-Untuk-Turunkan-Berat-Badan

Beberapa Manfaat Buah Kedondong Untuk Turunkan Berat Badan

tumbuhanliarberkhasiat– Kedondong merupakan buah yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara dan di Indonesia salah satunya. Buah yang juga disebut dengan Ambarella ini memiliki bentuk oval dengan diameter kurang lebih 5 cm. Buah kedondong memiliki daging berserat yang renyah dan terdapat biji tunggal yang berserabut.Buah ini memiliki rasa manis asam, seperti perpaduan nanas dan mangga. Saat matang, warna buah akan berubah menjadi kuning keemasan.

Kedondong bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan segar ataupun dijadikan sebagai rujak dan acar.Buah kedongdong mengandung banyak nutrisi. Dagingnya merupakan sumber zat besi dan vitamin C. Bahkan buah kedondong yang belum matang mengandung sekitar 10 persen pektin. Berikut nutrisi yang terkandung dalam 100 gram buah kedondong:

  • 41 kalori
  • 1 gram protein
  • 0,1 gram lemak
  • 88 gram air
  • 233 SI (satuan internasional) vitamin A
  • 30 mg vitamin C
  • 2,8 mg zat besi
  • 15 mg kalsium
  • 22 gram fosfor.

Selain itu, kedondong juga mengandung serat dan vitamin B kompleks, seperti tiamin dan riboflavin. Ekstrak buah dan daun kedondong juga memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan trombolitik yang kuat.

Manfaat kedondong untuk kesehatan

Selain lezat dan menyegarkan, beragam nutrisi yang terkandung dalam kedondong memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaat kedondong untuk kesehatan, di antaranya:

Menjaga kesehatan kulit

Vitamin C yang terkandung dalam buah kedondong dapat membantu memperbaiki jaringan kulit dan memeliharanya secara keseluruhan. Buah ini juga dianggap bisa meningkatkan kecantikan kulit. Bahkan daun atau akar kedondong dipercaya mampu mengobati penyakit kulit dan melembapkan kulit.

Membantu mengobati batuk

Buah kedondong memiliki khasiat mengobati batuk karena sifat antimikroba yang dimilikinya. Anda dapat menyiapkan dua atau tiga potong buah kedondong, kemudian parut dan peras airnya. Tambahkan sedikit garam sebelum dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari untuk membantu meredakan batuk.

Baca Juga :Berbagai Manfaat Daun Sirih Untuk Body Manusia

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C dalam buah kedondong dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, buah ini juga dapat mendorong pembentukan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka.Antioksidan yang terkandung pada kedondong juga bisa membantu mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas yang berbahaya.

Membantu mengatasi masalah pencernaan

Serat makanan yang terkandung dalam kedondong memiliki khasiat melancarkan pencernaan, dan membersihkan usus.Buah ini direkomendasikan bagi orang yang menderita sembelit dan gangguan pencernaan. Selain itu, kandungan air yang tinggi dalam buah kedondong juga dapat mencegah dehidrasi yang memperburuk masalah pencernaan.

Meningkatkan kemampuan penglihatan

Buah kedondong adalah sumber vitamin A yang memainkan peran penting untuk penglihatan. Adanya retinol (senyawa vitamin A) dapat membantu menyampaikan obyek yang diterima oleh retina mata.

Membantu menurunkan berat badan

Buah kedondong mengandung rendah lemak dan kalori, namun tetap memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.Buah ini merupakan buah ideal untuk menurunkan berat badan karena tingginya kandungan serat dan air yang bisa memberikan rasa kenyang, serta mencegah makan berlebihan.

Memberi energi

Kedondong memiliki kandungan gula yang tinggi, terutama dalam bentuk sukrosa. Kandungan ini akan membantu memberikan energi instan sehingga bisa dijadikan sebagai cara alami dalam meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh.Jika Anda tertarik mengonsumsi kedondong, Anda bisa mencarinya di pasar, toko buah, ataupun supermarket.

Pastikan memilih kedondong yang matang karena memiliki rasa yang paling lezat dibandingkan dengan yang kurang matang atau mentah.Apabila setelah mengonsumsi kedondong muncul gejala tak biasa, seperti ruam, gatal, mual, muntah, ataupun lainnya, segera periksakan diri Anda pada dokter.

Berbagai-Manfaat-Daun-Sirih-Untuk-Body-Manusia

Berbagai Manfaat Daun Sirih Untuk Body Manusia

tumbuhanliarberkhasiat – Daun sirih merupakan salah satu tumbuhan herbal yang memiliki banyak manfaat. Daun ini memiliki aroma khas dan kaya akan kandungan saponin, Sodium, Vitamin A, dan lainnya.

Kandungan itulah yang membuat daun sirih bermanfaat untuk tubuh. Manfaat daun sirih juga sudah bisa dilihat dari zaman dahulu, saat banyak orangtua mengunyah daun sirih untuk membantu menyegarkan mulut dan merawat kesehatan gigi.

Daun sirih juga dikenal dengan sifat antiseptik, dan antiinflamasi. Tanaman ini juga mengandung banyak air sehingga menjadikan daun ini rendah kalori dan rendah lemak.

Selain mengatasi mimisan, daun sirih juga banyak mengandung manfaat untuk tubuh. Berikut 5 manfaat daun sirih:

Membantu Penyembuhan Luka

Daun sirih mengandung sekitar 85-90% air dan memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri serta jamur karena berperan sebagai antioksidan. Hal inilah yang membuat daun sirih mampu membantu proses penyembuhan luka lebih cepat. Caranya, hanya dengan menutup luka dengan daun sirih dan lapisi dengan menggunakan perban.

Menghambat Karies Gigi

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang tua zaman dahulu telah melakukan aktivitas menginang. Yaitu mengunyah daun sirih dengan berbagai bahan lain. Hal ini mampu membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi.

Baca Juga :Berburu Gen Tumbuhan Pangan Liar Ala Ilmuan

Mengurangi Bau Badan

Dengan mengonsumsi air rebusan daun sirih setiap hari, serta sesekali mengoleskan hasil tumbukan daun sirih ke ketiak di percaya mampu membantu mengurangi bau badan. Hal ini di karenakan zat klavikula dan estradiol yang terdapat dalam daun sirih mampu mengontrol produksi hormon dan kelenjar keringat.

Obat Batuk

Air rebusan daun sirih juga di percaya sampai sekarang mampu membantu meredakan batuk. Air rebusan sirih mengandung vitamin B, C juga alkaloid yang mampu mengatasi peradangan penyebab batuk.

Antiseptik

Daun sirip juga dipercaya masyarakat bisa digunakan sebagai antikanker, antiseptik, dan antidiabetes. Dari sebuah penelitian di India Institute of Chemical Biology (IICB), Institute of Haematology and Transfusion Medicine, Kolkata, dan Piramal Life Sciences, Mumbai, bahwa mengunyah daun sirih secara rutin mampu mencegah dan mengatasi kanker dan meningkatkan harapan kesembuhan bagi pasien leukimia myeloid kronis.

Berburu-Gen-Tumbuhan-Pangan-Liar-Ala-Ilmuan

Berburu Gen Tumbuhan Pangan Liar Ala Ilmuan

tumbuhanliarberkhasiat – Ilmuwan Berburu Gen Tumbuhan Pangan dari Tanaman para ilmuwan tengah melakukan pencarian global tanaman liar untuk dijadikan tanaman pangan. Mereka berharap temuan tersebut dapat meningkatkan pertahanan terhadap penyakit dan perubahan iklim, demikian menurut sebuah penelitian pada Selasa, 3 Desember 2019.

Manusia telah memelihara tanaman liar selama sekitar 10.000 tahun untuk menyediakan makanan, tetapi dengan hal itu mereka telah melakukan pertahanan alami.
“Kita hidup di dunia yang saling bergantung. Tidak ada satu pun negara atau wilayah yang menampung semua keanekaragaman yang kita butuhkan,” kata Chris Cockel, koordinator proyek Crop Wild Relatives di Kew Gardens Millennium Seed Bank.

“Tumbuhan liar dari kelompok tanaman ini, di Amerika, Afrika atau Asia, menjadi sumber ketahanan hama, yang dapat menguntungkan kita semua di masa depan,” kata Cockel dalam laporan itu.

Baca Juga : 5 Jenis Tanaman Narkotika Yang Menjadi Obat Ampuh di Zaman Sejarah

Hasil tinggi yang dicari oleh manusia datang dengan biaya lebih sedikit. Keragaman genetik yang biasanya membuat tanaman lebih rentan terhadap hama, penyakit dan jenis kondisi iklim ekstrem yang disebabkan oleh pemanasan global dan pembangunan.

Dengan kembali ke sumber asli tanaman misalnya, beras, kentang, gandum, kacang tanah – para peneliti mengumpulkan sebanyak mungkin varietas benih di 25 negara untuk mengisi celah di simpanan gen yang ada.

Butuh Keberagaman Jenis Tumbuhan

“Kami berusaha mencari keanekaragaman sebanyak mungkin … populasi berjarak beberapa kilometer saja mungkin secara genetik akan sangat berbeda,” kata Luigi Guarino, Direktur Sains dengan Crop Trust, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mempromosikan keanekaragaman tanaman.

MSB di Kew Gardens, rumah bagi Royal Botanic Society, sejauh ini telah mendistribusikan hampir 3.300 sampel dari 165 spesies sebagai hasil dari proyek ini.

“Banyak negara kini telah menyadari betapa pentingnya panen tanaman liar – dan sumber yang sangat berharga bagi peternak,” kata Cockel.

Proyek penyimpanan benih yang paling terkenal adalah Svalbard Global Seed Vault di mana hampir satu juta sampel sekarang disimpan jauh di dalam es, sekitar 1.300 km dari Kutub Utara.

5-Jenis-Tanaman-Narkotika-Yang-Menjadi-Obat-Ampuh-di-Zaman-Sejarah

5 Jenis Tanaman Narkotika Yang Menjadi Obat Ampuh di Zaman Sejarah

tumbuhanliarberkhasiat – Penggunaan narkotika tidak hanya marak di dunia modern. Pada zaman dahulu kala, dalam kebudayaan kuno, orang-orang purba menggunakan daun koka (Erythroxylum coca) hingga buah pinang (Areca catechu) untuk meracik obat-obatan tradisional yang dianggap mujarab.

Koka adalah tumbuhan asli di barat laut Amerika Selatan. Tanaman ini memainkan peran penting dalam budaya Andes tradisional. Daun koka mengandung alkaloid kokain, dasar pembuat kokain (salah satu jenis narkotika), yang merupakan stimulan kuat. Sedangkan di dunia Barat, pinang dikenal sebagai betel nut, biji buah pinang merupakan salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur.

Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline), yang bersifat racun, adiktif, dan dapat merangsang otak (menciptakan halusinasi). Sementara itu, beberapa macam pinang, bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah.

Di India, masyarakatnya kerap menggunakan pala sebagai zat perangsang nafsu berahi. Sedangkan Suku Maya mengonsumsi daun koka yang ditumbuk halus untuk memasuki dunia khayalan, di mana pikiran bahagia dengan mudah hilang.

1. Peyote – Digunakan Oleh Penduduk Asli Amerika

Peyote (Lophophora williamsi) adalah tanaman gurun yang dikenal karena mampu memantik halusinasi yang kuat. Jenis kaktus ini berasal dari Gurun Chihuahan, tepatnya di lembah Rio Grande, Texas dan di selatan Luis Potosi, Meksiko.

Antara tahun 8.000 hingga 2000 SM, obat-obatan yang digunakan di Amerika Utara sebagian besar mengandung tumbuhan tersebut –dan cukup populer di kalangan masyarakat pribumi.

Konon selama Perang Sipil, tentara di Texas sering minum teh peyote sebelum berperang. Hal tersebut dihubungkan dengan penemuan satu paket peyote di sebuah situs kuburan yang dibangun pada 3000 SM.

Salah satu fakta paling menakjubkan tentang peyote adalah tanaman ini cukup mudah untuk disiapkan menjadi obat. Daunnya direbus sekali dan akan langsung berubah menjadi cairan berbentuk mirip teh. Akan tetapi, efek samping orang yang mengonsumsinya yaitu berhalusinasi.

Peyote berukuran kecil dengan diameter kurang dari 12 cm dan berbentuk bulat. Potongan-potongan batang peyote yang kering kerap dikunyah oleh orang Indian sebagai obat dan dipakai dalam upacara-upacara keagamaan.

Peyote telah lama menjadi barang dagangan. Kaktus ini dipanen secara komersial di Texas, meskipun kini penjualannya dibatasi oleh Native American Church (NAC). Dalam setahun, peyote setidaknya bisa dipanen dalam jumlah jutaan.

Di samping itu, peyote merupakan tanaman yang umum dipakai di pabrik alkaloid yang memproduksi lebih dari 50 senyawa kimia. Obat-obatan yang mengandung peyote memiliki beberapa efek setelah dikonsumsi. Seseorang yang memakannya dalam jumlah kecil akan merasa berenergi, sedangkan bila dikonsumsi dalam jumlah besar akan menyebabkan mual selama beberapa jam.

2. Ganja – Digunakan di Asia Tengah dan Selatan

ganja

 

 

 

 

 

 

Peneliti percaya bahwa manusia telah menggunakan ganja selama berabad-abad. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan psikoaktif tersebut di sebuah situs makam berumur 2.700 tahun di Tiongkok. Satu pak Cannabis sativa berbobot 789 gram ditemukan di kuburan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa almarhum adalah ‘penggemar’ garis keras ganja.

Di era modern saat ini, ganja sudah mulai dilegalkan di beberapa negara. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah Dewa Siwa menggunakan produk olahan ganja untuk melakukan ritual penyembahan. Caranya yakni dengan menghisap hashish melalui pipa chilam atau chillum, dan dengan meminum bhang.

Ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC atau tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Di banyak negara Barat, ganja dimaanfaatkan untuk keperluan medis dan penghilang rasa sakit.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter, berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dan terletak di ujung ranting. Sementara itu, ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantong tas, karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun, karena ganja juga dikenal sebagai narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, maka orang banyak menyalahgunakan tumbuhan tersebut.

3. Pinang – Digunakan di Asia Timur dan Tengah

Pinang

 

 

 

 

 

 

Buah pinang (Areca catechu) telah ada selama ribuan tahun. Sejumlah bukti mengungkapkan bahwa obat-obatan berbahan dasar buah pinang, sudah ada sejak 13.000 tahun yang lalu, terutama di Pulau Timor di Australia bagian utara.

Mengunyah pinang diduga bisa mendatangkan perasaan hangat pada tubuh penggunanya dan meningkatkan kesadaran otak. Konon ketika memakan pinang, rasa pahit yang ditimbulkan dari buahnya setara dengan tiga cangkir kopi hitam yang pahitnya kuat.

Selain bisa menguatkan gigi, menginang dengan pinang bisa menimbulkan efek samping seperti air liur yang memerah. Sehingga ludah akan tampak bak darah.

Sementara itu, biji pinang biasanya digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. Zat lain yang dikandung buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan beberapa unsur lainnya.

Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah dan kudisan.

Akar pinang jenis pinang itam, pada masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue dan makanan. Umbutnya (ujung batang) dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.

Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang.

4. Tembakau – Digunakan oleh Penduduk Asli Amerika

tembakau

 

 

 

 

 

 

Sebagian besar dari kita percaya bahwa tembakau (Nicotiana tabacum) adalah obat modern. Tembakau telah digunakan sejak zaman Indian Merah (Red Indians). Kala itu, sekitar Abad ke-16, tembakau telah digunakan sebagai entheogen (zat kimia penghasil halusiansi untuk tujuan spiritual) di Amerika.

Kedatangan bangsa Eropa ke Amerika Utara memopulerkan perdagangan tembakau, terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat bagian selatan.

Setelah Perang Saudara di Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan tenaga kerja menyebabkan perkembangan industri rokok. Produk baru ini dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau, hingga terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan Abad ke-20.

Baca Juga : Beberapa Tumbuhan dari Zaman Sebelum Dinosaurus

Di satu sisi, orang-orang Indian percaya bahwa tembakau adalah tanaman suci, karunia dari Tuhan yang memungkinkan mereka ‘mencapai surga selama beberapa jam’.

Terdapat beberapa spesies dalam genus Nicotiana yang bisa disebut tembakau. Genus ini merupakan bagian dari famili Solanaceae. Berbagai tumbuhan tersebut mengandung nikotin atau senyawa neurotoksin yang mampu mematikan serangga.

Tembakau adalah tumbuhan yang mengandung jumlah nikotin tertinggi dibandingkan tumbuhan lainnya, namun tidak seperti tumbuhan dari famili Solanaceae lainnya, tembakau tidak mengandung senyawa tropan alkaloida yang beracun bagi manusia.

5. Daun Koka – Digunakan Oleh Suku Maya

daun-koka

 

 

 

 

 

 

Suku Maya dikenal sebagai bangsa kuno yang kerap memanfaatkan koka (Erythroxylum coca). Selain untuk membuat teh, daun koka juga jadi bahan utama peracik obat kokain, karena mengandung 0,7% kokain. Daun koka diaplikasikan untuk fermentasi dan memproduksi obat stimulasi yang kuat.

Daun koka adalah salah satu obat terampuh di dunia. Dosis 100 gram daun koka mengandung vitamin, zat besi, kalsium dan fosfor yang dibutuhkan setiap hari untuk pria dewasa. Tetapi apabila berlebihan bisa membahayakan tubuh manusia.

Koka berbentuk semak duri hitam dan tumbuh hingga mencapai tinggi 2-3 meter. Cabangnya lurus dan daunnya berwarna hijau, tipis, gelap, oval, serta runcing di bagian ujung. Daun koka juga memiliki karakteristik khusus, yaitu dikelilingi dua garis melengkung membujur, satu garis di sisi lain daun dan yang paling jelas di bawah daun.

Daunnya kadang-kadang dimakan oleh larva ulat bulu Eloria noyesi. Bila dikunyah, lama kelamaan daun koka akan menimbulkan sensasi segar.

Beberapa-Tumbuhan-dari-Zaman-Sebelum-Dinosaurus

Beberapa Tumbuhan dari Zaman Sebelum Dinosaurus

tumbuhanliarberkhasiat – Dari Planet Bumi yang kita tempati ini, masih ada tumbuhan-tumbuhan yang hidup sejak ratusan juta tahun lalu, zaman ketika dinosaurus pun belum ada. Fosil-fosil tumbuhan berikut telah ditemukan di berbagai penjuru dunia, dan ternyata, masih hidup di sekitar kita. Inilah beberapa tumbuhan tersebut yang dilansir dari Eden Project dan sumber lainnya.

Dutchman’s pipe [Aristolochia gigantea]

aristolochia

 

 

 

 

 

 

 

Tumbuhan yang dikenal dengan dedaunan lebat dan bunga-bunga besar menjuntai ke bawah ini sudah ada ketika dinosaurus masih merajai Bumi. Pada periode Cretaceous [142-65 juta tahun lalu], bunga-bunga masa awalnya telah ada, dan banyak diserbuki serangga masa itu, seperti bunga hari ini. Bunga-bunga Aristolochia yang asli dari hutan di Brazil ini mampu menarik lalat dan serangga kecil lain, yang terjebak di dalam dan tertutup serbuk sari di dalam bunga.

Cycad [Dioon spinulosum]

Tumbuhan cycad adalah sejenis palem yang sudah ada sejak 280 juta tahun lalu dan mampu bertahan dari berbagai kepunahan massal. Di habitat aslinya, tumbuhan ini tumbuh di tanah berbatu, terutama di dataran rendah Mexico pada ketinggian hingga 450 meter. Dioon spinulosum adalah jenis cycad tertinggi di dunia yang mampu tumbuh hingga 12 meter.

Lada Hitam [Piper nigrum]

Lada-Hitam

 

 

 

 

 

 

 

Fosil nenek moyang pertama dari keluarga lada ditemukan di Kolombia, negara di Amerika Latin. Fosil-fosil ini berasal dari periode Cretaceous [145-100 juta tahun silam]. Setelah dinosaurus mati, banyak hal baru terjadi pada iklim dunia, yang mempengaruhi tempat-tempat di seluruh dunia. Di Amerika Selatan, gunung-gunung Andes tumbuh, sementara hutan hujan Amazon pertama kali muncul, dan banyak spesies lada yang berbeda akhirnya mulai tumbuh dan berkembang.

Baca Juga : 6 Tumbuhan Langka di Dunia

Pakis Tanduk Rusa [Platycerium bifurcatum]

 

 

 

 

 

 

 

Yang menarik dari tumbuhan ini adalah mereka tidak pernah benar-benar membutuhkan tanah untuk tumbuh. Mereka hanya perlu berpegang erat pada batu atau pohon-pohon besar dan membuat tanah mereka sendiri saat daun yang tua mati. Secara alami berasal dari Indonesia, dan tumbuh di tempat-tempat sejauh daerah pantai New South Wales di Australia. Tumbuhan ephiphyte ini memiliki penampilan eksotis dramatis, serta banyak digunakan di taman tropis. Tumbuhan ini berasal dari Zaman Carboniferous [350 juta tahun lalu), waktu itu tumbuhan pakis bisa mencapai ukuran sebesar pohon moderen.

Pakis Kaki Kelinci Raksasa [Davallia solida]

Pakis-Kelinci

 

 

 

 

 

 

 

Pakis dari daerah tropis Australia dan di bebrapa tempat lain ini diberi nama karena ‘kaki’-nya yang ditumbuhi ‘bulu-bulu’ halus di pangkal batangnya. Tumbuhan ini diyakini sudah dan berevolusi di Bumi sejak Zaman Ludlow [420 juta tahun lalu].

Protea Raja [Protea cynaroides]
Tumbuh-tumbuhan dalam keluarga ini ditemukan di Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Leluhurnya berasal dari 65 juta tahun yang lalu ketika Afrika Selatan masih menjadi hutan tropis.

6-Tumbuhan-Langka-di-Dunia

6 Tumbuhan Langka di Dunia

tumbuhanliarberkhasiat – International Union for Conservation of Nature (IUCN) memiliki sejumlah daftar tanaman yang dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Beberapa tumbuhan langka tersebut tumbuh di daerah yang terpencil dan sulit dijangkau.

Akan tetapi, keberadaannya semakin menyusut karena perburuan liar dan rusaknya habitat. Indonesia sendiri terkenal dengan wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan flora langka dan eksotik yang memiliki banyak manfaat. Simak ulasan ini untuk informasi selengkapnya.

Tumbuhan Langka di Dunia
Tumbuhan langka memiliki ciri khas unik dan tidak dapat hidup di sembarang tempat. Ada beberapa jenis tumbuhan langka yang terdapat di berbagai belahan dunia seperti di bawah ini.

1. Welwitschia mirabilis

Welwitschia-mirabilis

 

 

 

 

 

Welwitschia mirabilis adalah tumbuhan purba yang masih dapat ditemukan di sebuah kawasan kecil di pantai Samudera Atlantik. Tepatnya di Namibia dan Angola Selatan. Berbeda dengan tumbuhan gurun lainnya, tanaman ini memiliki daun lebar yang terus memanjang selama masih hidup. Tumbuhan yang terdiri dari batang dan dua daun ini dapat bertahan hingga ratusan tahun.

2. Rafflesia arnoldii

Rafflesia-arnoldii

 

 

 

 

 

 

 

Rafflesia arnoldii kerap rancu dengan bunga bangkai. Padahal keduanya adalah spesies berbeda. Bunga rafflesia mempunyai ciri khas tumbuh melebar, sementara bunga bangkai tumbuh ke atas.

Bunga yang dapat ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Bengkulu dan Taman Nasional Kerinci Seblat ini dapat tumbuh hingga diameter 1 meter. Beratnya maksimal mencapai 10 kilogram dengan masa tumbuh 9 bulan. Selanjutnya mekar selama 7 hari dan layu lalu mati.

3. Amorphophallus titanium

Amorphophallus-titanium

 

 

 

 

 

 

 

Amorphophallus titanium atau bunga bangkai memiliki tampilan yang menarik meski menebarkan bau busuk. Bagian luarnya berwarna krem dengan mahkota berwarna merah keunguan.

Bentuknya sekilas seperti bunga terompet raksasa ketika mekar. Tingginya dapat mencapai 4 meter dengan diameter 1,5 meter. Sama seperti Rafflesia, bunga ini hanya akan mekar selama 7 hari. Waktu berbunganya pun hanya 5 tahun sekali, sehingga dikategorikan tumbuhan langka.

4. Euphorbia obesa

Euphorbia-obesa

 

 

 

 

 

 

 

 

Euphorbia obesa merupakan tumbuhan endemik di Gurun Karoo, Afrika Selatan. Tumbuhan ini diperkirakan menjadi langka karena bentuknya yang unik seperti bola sehingga banyak yang mengambilnya untuk koleksi.

Karena jumlahnya semakin menyusut dan hampir punah, pemerintah negara tersebut menetapkan tanaman ini sebagai spesies yang dilindungi. Tanaman ini mempunyai diameter 6 cm ketika masih muda dan berbentuk bulat, dan 15 cm ketika sudah tua dan bentuknya silinder.

Baca Juga : Jenis Jenis Tanaman Liar Yang Bisa Jadi Obat

5. Santalum album

Santalum-album

 

 

 

 

 

 

 

 

Tumbuhan cendana merupakan tanaman langka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti membuat parfum, rempah-rempah, dupa, hingga gagang keris. Harum kayu cendana diyakini dapat bertahan sampai ratusan tahun.

Tumbuhan ini menjadi langka karena sulit dibudidayakan dan jumlahnya semakin sedikit. Bibit cendana biasanya hidup sebagai parasit pada tumbuhan lain dan baru dapat tumbuh sendiri di tanah ketika besar.

6. Anaphalis javanica

Anaphalis javanica

 

 

 

 

 

 

Tanaman ini disebut juga edelweiss jawa atau bunga senduro. Biasa tumbuh di puncak gunung, tanaman ini semakin langka karena tempat tumbuhnya sering terkena erupsi gunung berapi dan ulah pendaki yang memetiknya sebagai oleh-oleh.

Bunga ini dapat terus mekar dari bulan April sampai Agustus, dapat hidup sampai 100 tahun dan batangnya dapat tumbuh hingga 8 meter.

 

Tumbuhan langka di atas masih ada yang dapat ditemukan, ada pula yang tidak. Semoga dengan pengetahuan tentang flora langka di atas, semakin meningkatkan kesadaran tentang kekayaan alam dan pentingnya menjaga mereka agar tidak punah.

 

 

Jenis-Jenis-Tanaman-Liar-Yang-Bisa-Jadi-Obat

Jenis Jenis Tanaman Liar Yang Bisa Jadi Obat

tumbuhanliarberkhasiat – Semua jenis tanaman, termasuk juga tanaman liar atau gulma yang memiliki khasiat, manfaat dan fungsi untuk mengobati penyakit, meringankan penyakit, mencegah penyakit atau menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebenarnya seluruh isi dari alam ini memliki khasiat dan manfaatnya masing-masing bagi manusia.

Tanaman liar sekalipun ternyata memiliki khasiat dan manfaat untuk mengobati suatu penyakit. Disekitar kita ternyata banyak terdapat tumbuhan liar yang berkhasiat sebagai obat. Tumbuhan liar tersebut seringkali kita anggap gulma atau tumbuhan pengganggu yang tidak memiliki manfaat.

Contohnya adalah obat herbal BAYAM DURI dan tumbuhan ANTING-ANTING, keduanya sering kita abaikan begitu saja padahal tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai obat. Tumbuhan tersebut bisa kita tanam sebagai Tanaman Obat Keluarga Bayam Duri dipekarangan rumah. Tumbuahan anting-anting memiliki khasiat sebagai Tanaman OBAT KORENG atau penyakit kulit.

Berikut ini jenis jenis tumbuhan liar yang berkhasiat sebagai obat, gambar tumbuhan obat herbal, jenis-jenis tanaman obat, penjelasan singkat tentang tanaman obat, nama ilmiah tanaman obat, kandungan senyawa tanaman obat, tanaman obat tradisional dan kegunaannya serta uraian singkat mengenai tanaman obat ;

1. Alang-alang / ilalang

Manfaat-Tanaman-Kumis-Kucing

 

 

 

 

 

 

Rumput alang-alang disetiap daerah memiliki sebutan yang berbeda, misalnya halalang, alalang (Banjarmasin, Minangkabau), lalang (Melayu, Madura, Bali), eurih (Sunda), rih (Batak), jih (Gayo), re (Sasak, Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulawesi Selatan), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan lain sebagainya. Alang-alang, ilalang atau lalang adalah tanaman liar yang sering dianggap gulma pada lahan pertanian. Daun ilalang memiliki ujung runcing dan panjang, banyak tumbuh dimana-mana karena ilalang memiliki daya tahan yang kuat terhadap cekaman lingkungan. Bahasa ilmiah alang-alang adalah Imperata cylindrica dari keluarga Poaceae.

Meskipun rumput ilalang sering dianggap gulma dan menganggu tanaman budidaya namun ternyata tanaman liar ini memiliki beberapa khasiat dan manfaat untuk kesehatan. Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat adalah akar atau rimpangnya yang berwarna putih beruas-ruas. Akar ilalang diketahui berkhasiat untuk mengobati panas dalam, sariawan, meluruhkan kencing (diuretika), mengobati demam, obat sakit ginjal, mengatasi mimisan, mengatasi kencing darah dan lain-lain.

2. Anting-anting

anting-anting

 

 

 

 

 

 

 

Anting-anting (Acalypha australis linn) merupakan tumbuhan liar yang sering dianggap gulma. Tanaman anting-anting memiliki tajuk yang tidak terlalu besar, batangnya kecil dengan tinggi tanaman mencapai 50 cm. Daun hampir bulat telur dan memiliki bunga berwarna hijau. Tanaman anting-anting banyak tumbuh dikebun, pekarangan dan juga ditemukan pada areal lahan budidaya. Tanaman gulma ini ternyata memiliki khasiat dan manfaat sebagai obat herbal.
Manfaat dan Khasiat ANTING-ANTING Untuk Pengobatan :

Tanaman anting-anting diketahui memiliki khasiat dan manfaat untuk mengatasi pendarahan pada luka, menghentikan darah mimisan, membantu mempercepat penyembuhan luka, sebagai antibiotik, peluruh kencing (diuretik), obat gatal-gatal, obat radang, obat diare dan mengatasi batuk berdarah.

3. Bandotan / Babadotan

bandotan

 

 

 

 

 

 

 

Bandotan memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides, adalah tumbuhan liar yang banyak ditemukan di areal lahan pertanian, tepi jalan, dikebun dan pekarangan. Tumbuhan liar yang sering dianggap gulma ini konon awal mulanya berasal dari Amerika, dan telah sejak lama ada di Indonesia. Gulma dari suku Asteraceae ini memiliki banyak nama daerah, antara lain babandotan, babadotan (Sunda), wedusan (Jawa), dus-dusan (Madura), rumput balam (Pontianak). Dalam bahasa inggris bandotan disebut Billygoat-weed, Goatweed, Chik weed atau Whiteweed. Ciri khas dari rumput bandotan adalah baunya yang menyerupai bau kambing. Zat yang terkandung dalam babadotan adalah sebagai berikut: minyak esensial, alkaloid, dan kumarin. Meski demikian, tumbuhan ini juga memiliki daya racun. Di Barat, bandotan juga dimanfaatkan sebagai insektisida dan nematisida. Sementara, penelitian lain menemukan bahwa bandotan dapat menyebabkan luka-luka pada hati dan menumbuhkan tumor. Tumbuhan ini mengandung alkaloid pirolizidina.

Manfaat dan Khasiat BANDOTAN Untuk Pengobatan :

Tumbuhan bandotan daunnya sudah sejak lama digunakan untuk menyembuhkan luka lecet atau luka terkena benda tajam. Bandotan juga berkhasiat sebagai obat sakit dada, obat mata terasa panas, obat sakit perut.

4. Bayam Duri

bayam-duri

 

 

 

 

 

 

 

Bayam duri (Amaranthus spinosios) merupakan tanaman sejenis bayam, tetapi pada pohonnya terdapat duri-duri tajam. Tumbuhan bayam berduri ini merupakan tumbuhan liar atau gulma. Banyak tumbuh diladang atau areal lahan pertanian. Tumbuhan berduri ini tumbuh liar dengan sendirinya tanpa ditanam. Sering tumbuh sendiri pada lahan pertanian dan dibuang begitu saja karena dianggap sebagai gulma pengganggu tanaman budidaya. Batang, daun dan bunga dari tanaman ini sama persis dengan bayam yang biasa dikonsumsi, hanya saja terdapat duri pada batang nya dan bisa tumbuh tinggi hingga 150 cm.

Manfaat dan Khasiat BAYAM DURI Untuk Pengobatan :

Bayam duri meskipun tanaman liar, tapi ternyata memiliki khasiat dan manfaat sebagai obat. Akar dari bayam duri berkhasiat untuk mengobati bisul, wasir (hemoroid), ekzema, gusi berdarah, gusi bengkak, melancarkan ASI, meringankan demam, mengobati kutil, serta obat luka bakar.

5. Benalu Teh

benalu-teh

 

 

 

 

 

 

 

Benalu teh adalah tumbuhan benalu yang menumpang hidup pada pohon teh. Biasanya pohon-pohon teh yang tumbuh liar dan tidak terurus bisa ditumbuhi oleh tanaman benalu ini. Persebaran tanaman benalu teh dibantu oleh burung. Burung yang memakan biji dari tumbuhan ini menyebarkan bibit benalu teh melalui kotorannya. Konon benalu teh tidak dapat tumbuh jika dibudidayakan atau sengaja ditanam.
Manfaat dan Khasiat BENALU TEH Untuk Pengobatan :

Benalu teh diketahui memiliki berbagai khasiat dan manfaat dalam dunia pengobatan herbal. Khasiat benalu teh antara lain mengatasi gangguan syaraf, mengurangi resiko pikun, mengatasi sinusitis, menurunkan kadar gula darah, kanker, kista, myom, tumor, kolesterol, menurunkan darah tinggi, mengatasi asam urat serta mengatasi rheumatik.

6. Brotowali / Baratawali

brotowali

 

 

 

 

 

 

Brotowali (Tinospora crispa L.) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di hutan dan semak-semak. Tanaman ini merupakan tanaman herbal yang kini banyak ditanam dipekarangan rumah. Air rebusan brotowali memiliki rasa yang sangat pahit dan banyak digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin). Brotowali memiliki berbagai sebutan daerah, misalnya andawali, antawali, putra wali atau daun gadel.

Manfaat dan Khasiat BROTOWALI Untuk Pengobatan

Air rebusan brotowali dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk mengatasi reumatik, menurunkan kadar gula darah, membantu mengatasi kencing manis, menurunkan panas, obat sakit kulit, menambah nafsu makan, obat sakit kuning, obat gatal, obat malaria, merangsang kerja syaraf, mengatasi sakit pinggang dan diare.

Baca Juga : Tanaman Obat Keluarga Dan Manfaatnya

7. Cakar Ayam

Tanaman cakar ayam (Selaginella doederleinii hieron) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh pada tempat-tempat yang teduh dan berhawa sejuk. Banyak terdapat ditepi-tepi jurang yang berlumut dan lembab, daunnya menyerupai cakar ayam sehingga dinamai tumbuhan cakar ayam. Bagian tanaman yang berkhasiat sebagai obat herbal adalah seluruh bagian tanaman. Nama daerah untuk tanaman ini antara lain ; rumput solo, cemara kipas gunung, cakar ayam (Jawa), paku rane (Sunda), menter (Betawi), tai lantuan (Madura), usia (Ambon), sikili batu, lingonai (Minangkabau).

Manfaat dan Khasiat Tumbuhan CAKAR AYAM Untuk Pengobatan :

Tumbuhan cakar ayam diketahui memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai jenis penyakit. Manfaat tumbuhan cakar ayam untuk pengobatan antara lain : mengobati kanker paru, mengobati bronkitis, mengatasi radang paru, tonsilis, mengobati batuk, mengatasi korengan, obat perut busung, obat infeksi saluran kencing dan obat rheumatik.